It’s okay to laugh at your stupidity. It doesn’t matter what they are saying now, cause tomorrow they will follow you. It’s okay to be happy! -anonymous-
Tadi pagi, sebelom berangkat saya sempet liat weer.nl, terus katanya hari ini ujan dengan suhu antara -1 sampai 4 derajat saja. Artinya, saya tidak bisa pake flat shoes dengan ujung jempol terbuka, dan harus melapisi tubuh saya dengan jaket yang tebal. Tidak lupa payung canggih yang perkiraan umurnya nggak sampai 3 bulan.
Lalu, berangkatlah saya menuju metro ganzenhoef dengan langkah biasa. Tidak tergesa-gesa mengejar metro karena lupa mijit tombol lift dan cuma nunggu di depan lift seakan-akan tombol mungil itu punya perasaan mencet dirinya sendiri which is IMPOSSIBLE.
Dari Ganzenhoef harus naik kereta ke Schiphol. Dari Schiphol naik bus lagi ke arah Schiphol Rijk. Turun dari situ, harus jalan ke kantor. Nah di perjalanan itu saya rasa hujan kecil-kecil. Tapi saya gak au ambil resiko ngebiarin air hujan kecil-kecil jatuh ke jilbab saya yang akhirnya bakalan lembab. Lalu saya buka si payung canggih berwarna hitam.
Si payung canggih ini baru saya beli kira-kira 2 minggu lalu, setelah payung lain tewas terhempas angin Schiphol dan sudah dikebumikan di dekat kantor ITGL yang letaknya gak jauh dari MEU (kantor saya) walaupun dikebumikannya dengan sangat tidak manusiawi alias digeletakin gitu aja di tengah anin ribut dan hujan yang nampol. Si payung canggih itu saya beli di H n M… pertama kali beli payung H n M karena situasi dan kondisi yang memaksa.
Saya selamet sampe kantor. Tapi pas saya mau masuk dengan kunci yang sudah di tangan, betapa terkejutnya saya menatapi arsitektur payung saya yang aneh berat. Biasanya, payung ada pijitan besi pipih yang menonjol keluar di bagian atasnya. Tapi ini payung ga ada pijitannya. Jadi, gimana saya nutupnya. Gak lucu dong saya bawa itu payung sampe ruangan saya. Lalu, saya coba dulu tutup, saya dorong ke atas, tarik ke bawah… DARN! gak mau nutup juga.
Akhirnya saya bawa masuk juga tu payung, mau minta tolong sama office assistant mba Roberta yang selalu siap sedia melambaikan tangannya ketika saya datang. Akhirnya, saya minta tolong sama kolega saya anak logistik yang duduknya dekat-dekat saya lewat. Dengan polosnya sya bilang “I need your help!” terus saya bilang ga bisa nutup payungnya soalnya baru dipake.
Lalu… dia sempet bingung juga si, tapi TERNYATA…. dengan pijitannya itu dilapisi dengan plastik hitam. Ooooohhh so fancy… sampe ga ngeliat pijitannya. Ini antara gue yang udik sama payung yang terlalu fancy. Abis itu payung ketutup, gue naek ke atas, terus si kolega gue ketawa-tawa. Iya si gue ketawa juga.
Lalu sebelom pulang gue coba buka payungnya trus gue tutup sendiri. Takut nanti pas mau naik bus gue ga bisa tutup payungnya.
Filed under: Talk to nyet