For me it’s to forgive but not to forget, we talked about this until my friend said “okay… let’s change the subject”
Well, I was born in 1986 which is (about) 41 years after the world war II. Saya cuma baca rentetan perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak jaman kerajaan-perjuangan kaum terpelajar, agresi setelah merdeka dari buku sejarah. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan supaya bisa lulus dari SMA. Kurang lebih sejak SD kita kita yang mengenyam pendidikan di Indo sudah mulai diajarkan pelajaran sejarah.
Seperti yang saya tulis pada postingan sebelumnya, weekend ini saya dapat kesempatan untuk cross check dari point of viewnya orang Belanda. Salah satu kejadian menarik ketika saya mengungkapkan bahwa semuanya itu adalah sesuatu yang untuk dimaafkan tapi bukan berarti dilupakan, karena kita masih harus mengingat untuk tidak diulang. Namun, ia bilang semuanya untuk dilupakan dan dimaafkan.
By the way, menyenangkan melihat semua dari sisi yang berbeda, mencoba mengetahui rasanya jadi bekas penjajah yang bertemu dengan bekas jajahannya. Seperti meminjam mata dan melihat semuanya dari kacamatanya. Ada banyak hal yang saya nggak pernah tahu, tapi sedikit kesempatan untuk melihat semuanya secara out of the box.
Filed under: Unspoken